Kamis, 15 Desember 2011

Wahai Ukhtifillah


Katakanlah kepada wanita beriman : ”Hendaklah menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.....” (An-Nur : 31)
”Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin : ”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Ahzab : 59)

Sahabat, mari kita renungkan dua ayat di atas. Adalah perempuan-perempuan masa jahiliyah (sebelum datangnya Islam) berpakaian yang tidak terhormat, tidak sopan, tidak menutup aurat. Sama halnya dengan pakaian para budak mereka. Sehingga, merekapun diganggu, karena dikira mereka seorang budak. Perempuan terhormat sama halnya dengan budak karena pakaiannya menampakkan aurat. Oleh sebab itu Allah menyuruh kita, orang-orang mukmin untuk menutup aurat, agar berbeda, agar mudah dikenali, dan merupakan identitas kita sebagai seorang muslimah. Subhanallah, betapa Allah begitu memuliakan kita. Tapi, lihatlah hari ini, disekitar kita, bahkan mungkin kita sendiri, kehilangan identitas sebagai seorang muslimah.

Sahabatku, pernahkah kita berfikir, jika kita mati esok hari, bekal apa yang akan kita bawa? Mari lihatlah diri kita, perilaku kita, pakaian kita, apakah sudah sesuai syari’at? Sudahkah sesuai aturan Allah? Mari jawab bersama...
Kebanyakan manusia punya hati, tetapi tidak dipakai untuk mengerti. Punya mata tapi tidak digunakan untuk melihat, punya telinga tapi tidak dipakai untuk mendengar. Seharusnya berbagai cobaan dan musibah yang telah kita alami tidak membuat kita kehilangan hati kita. Allah harus selalu ada dalam hati kita. Begitu luas lautan kasih sayang Nya, hanya saja kita terlalu kerdil untuk memahaminya.

Sahabat, maka nikmat apa lagi dan mana lagi yang akan kita dustakan hari ini? Pernah kah kita berfikir, mengapa Allah masih mengizinkan kita hidup hingga detik ini? Ya, UNTUK BERUBAH. Berubah ke arah yang lebih baik. Berubah karena Allah...

Muhasabah Akhir dan Awal Tahun (Menyambut 1433 H)

Allah SWT berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan“.
(QS. A-Hasyr (59) : 18)

Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat di atas merupakan panggilan lembut dari Allah. Dalam tafsir tersebut disebutkan bahwa : Hisaplah diri kalian,sebelum kalian dihisap di Yaumil Akhir. Lihatlah amal-amal shalih yang telah kalian tabung untuk kalian pada hari kembali kalian. Ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa saja yang ada pada diri kalian.

Allah SWT juga berfirman :
“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu. Barangsiapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri, dan barangsiapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang Rasul. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri ) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian kami binasakan sama sekali (negeri itu). Dan berapa banyak kaum setelah Nuh, yang telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Yang Maha Mengetahui Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya. Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahannam, dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik“.

Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman :
”Wahai bumi, penuhilah orang-orang yang tidak mengejar-ngejarmu dan jauhilah orang-orang yang mengejar-ngejarmu”.

Saudaraku... Muhasabah merupakan Qadayah Imaniyah (Masalah Keimanan). Salah satu karakteristik seorang muslim yang beriman adalah selalu bermuhasabah (evaluasi diri). Dimanapun dan kapanpun, setiap detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun yang berlalu tak lepas dari mengintrospeksi diri. Dengan muhasabah inilah, kita dapat meningkatkan kualitas keimanan kita. Salah satu sarana evaluasi diri adalah saat menunaikan Shalat. Karena itu, shalat yang khusyu’ mengantarkan seseorang pada derajat keimanan yang paling tinggi.

Seorang sahabat Rasululah SAW, Sayyidina Umar r.a. mengatakan : ”Hisaplah diri kalian sebelum kalian di hisap. Timbanglah diri kalian sebelum ditimbang. Karena sesungguhnya hisapan hari ini lebih baik dari hari esok (kiamat)”.

Abu Bakar Ash-shiddiq r.a mengatakan : ”Lidah inilah yang menjerumuskan saya ke dalam dosa. Ingin saya menjadi pohon saja yang dimakan dan dilumat dan tidak diminta pertanggungjawaban”. 

Sumber : http://wad5ive.multiply.com/tag/muhasabah

Adab-Adab Berbicara Bagi Wanita Muslimah

Wahai saudariku muslimah………
 
Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta’ala berfirman:
” لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس ” (النساء: الآية 114).

Artinya:
“Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (An nisa:114)

Dan ketahuilah wahai saudariku,semoga Allah ta’ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.
“عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد ” (ق: الآية 17-18)

Artinya:
“Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf:17-18).

Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.

1) Bacalah Al qur’an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala yang besar dihari kiamat nanti.
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما- عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” يقال لصاحب القرآن: اقرأ وارتق ورتّل كما كنت ترتّل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها رواه أبو داود والترمذي

Dari abdullah bin ‘umar radiyallohu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, beliau bersabda:
dikatakan pada orang yang senang membaca alqur’an: bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.
HR.abu daud dan attirmidzi

2) Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang engkau dengarkan, karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu kedalam kedustaan.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” كفى بالمرء كذباً أن يتحدّث بكل ما سمع “

Dari Abu hurairah radiallahu ‘anhu,sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta ketika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengarkan.”
(HR.Muslim dan Abu Dawud)

3) Jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu, dengan tujuan membanggakan diri dihadapan manusia.
عن عائشة – رضي الله عنها- أن امرأة قالت: يا رسول الله، أقول إن زوجي أعطاني ما لم يعطني؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” المتشبّع بما لم يُعط كلابس ثوبي زور “.

Dari aisyah radiyallohu ‘anha, ada seorang wanita yang mengatakan:wahai Rasulullah, aku mengatakan bahwa suamiku memberikan sesuatu kepadaku yang sebenarnya tidak diberikannya.berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,: orang yang merasa memiliki sesuatu yang ia tidak diberi, seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (muttafaq alaihi)

4) Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuat didalam kehidupan ruh seorang muslim, kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan masyarakatnya. maka bersemangatlah wahai saudariku muslimah untuk senantiasa berdzikir kepada Allah ta’ala, disetiap waktu dan keadaanmu. Allah ta’ala memuji hamba-hambanya yang mukhlis dalam firman-Nya:
” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم… ” (آل عمران: الآية 191).

Artinya:
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…” (Ali imran:191).

5) Jika engkau hendak berbicara,maka jauhilah sifat merasa kagum dengan diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata, sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, dimana Beliau bersabda:
” وإن أبغضكم إليّ وأبعدكم مني مجلساً يوم القيامة الثرثارون والمتشدقون والمتفيهقون “.

“sesungguhnya orang yang paling aku benci diantara kalian dan yang paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat : orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta’ajjub terhadap ucapannya.”
(HR.Tirmidzi,Ibnu Hibban dan yang lainnya dari hadits Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiallahu anhu)

6) Jauhilah dari terlalu banyak tertawa,terlalu banyak berbicara dan berceloteh.jadikanlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, sebagai teladan bagimu, dimana beliau lebih banyak diam dan banyak berfikir beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, menjauhkan diri dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya.bahkan jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang mengandung kebaikan, dan jika tidak, maka diam itu lebih utama bagimu. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, bersabda:
” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت “.

” Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam.”
(muttafaq alaihi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu)

7) Jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara atau membantahnya, atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar yang baik dan itu lebih beradab bagimu, dan ketika harus membantahnya, maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi’ar kepribadianmu.

8) Berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara orang lain, seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara.Alah Ta’ala berfirman:
” يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيراً منهم ولا نساء من نساء عسى أن يكن خيراً منهن ” (الحجرات: الآية 11).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”
(QS.Al-Hujurat:11)

9) Jika engkau mendengarkan bacaan Alqur’an, maka berhentilah dari berbicara, apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab terhadap kalamullah dan juga sesuai dengan perintah-Nya, didalam firman-Nya:
: ” وإذا قرىء القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون ” (الأعراف: الآية 204).

Artinya: “dan apabila dibacakan Alqur’an,maka dengarkanlah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian diberi rahmat”. Qs.al a’raf :204

10) Bertakwalah kepada Allah wahai saudariku muslimah,bersihkanlah majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya. bersemangatlah engkau untuk menjadikan didalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang baik,dalam rangka menasehati,dan petunjuk kepada kebaikan. perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar, berapa banyak dari perkataan seseorang yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka. Didalam hadits Mu’adz radhiallahu anhu tatkala Beliau bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam: apakah kami akan disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Maka jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
” ثكلتك أمك يا معاذ. وهل يكبّ الناس في النار على وجوههم إلا حصائدُ ألسنتهم ” ( رواه الترمذي).
“engkau telah keliru wahai Mu’adz, tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka diatas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka.”
(HR.Tirmidzi,An-Nasaai dan Ibnu Majah)

11) Berhati-hatilah -semoga Allah menjagamu- dari menghadiri majelis yang buruk dan berbaur dengan para pelakunya, dan bersegeralah-semoga Allah menjagamu- menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan keberuntungan.

12) Jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan sebagian saudarimu, maka senantiasalah untuk berdzikir mengingat Allah ‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala. Allah ‘azza wajalla berfirman:
” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم “. (آل عمران: الآية 191)

Artinya: “(yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri,atau duduk,atau dalam keadaan berbaring” (QS..ali ‘imran :191)

13) Jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk selalu mengucapkan:
” سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك “.
“maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian,aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu”

Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu di dalam majelis tersebut.
Ditulis oleh: Haya Bintu Mubarak Al-Buraik
Dari kitab: mausu’ah al-mar’ah al-muslimah: 31-34
Alih bahasa : Ummu Aiman

Sumber: http://www.salafybpp.com

Doa Wanita Soleha

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering lupa untuk berdoa, baik untuk diri kita sendiri, orang tua, guru, keluarga besar bahkan bangsa yang kita cinta ini. Adapun sebab kenapa doa wanita yang soleha lebih maqbul sebagai berikut:

  1. Doa wanita lebih maqbul dari lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : “Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
  2. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan Allah Ta’ala mengangkatnya ke atas derajat, seperti derajatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.
  3. ‘Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya”. “Siapa pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab Rasulullah SAW. “Ibunya”.
  4. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia,disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.
  5. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya).
  6. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?” Jawab mereka,”Tidak”. Sabda Baginda “Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.
  7. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya,menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”
  8. Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Allah telah memberikan sifat iri (pencemburu) untuk wanita dan jihad untuk lelaki. Jika seorang wanita melatih kesabarannya dengan iman dengan mengharapkan pahala dari sesuatu perkara yang menyebabkannya menjadi cemburu (iri hati), seperti misalnya suaminya menikahi istri kedua, maka ia akan menerima ganjaran seorang syahid”.
  9. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menyenangkanmu, jika engkau memerintah ditaatinya perintahmu (taat) dan jika engkau berpergian dijaga hartamu dan dirinya.

Dzikir sewaktu pagi & sore

Fatimah az Zahra membaca zikir ini di waktu pagi dan sore:
“Wahai Yang Mahahidup dan Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Janganlah Engkau biarkan aku mengurusi masalahku sendiri meski hanya sekejap mata, dan sukseskanlah urusanku semuanya.”

Wanita dalam Al-Quran & Hadist

Islam memuliakan wanita. Sifat penyayang, lemah lembut, belas kasihan sememangnya Allah bekalkan kepada wanita untuk berperanan sebagai isteri yang mengasihi suami dan ibu yang penyayang kepada anak-anaknya. Allah tidak jadikan wanita itu percuma tanpa diganjari.
Rumahtangga adalah medan mengutip pahala bagi seorang wanita. Jumlah pahala yang dikutip sama banyaknya dengan nisbah seorang lelaki yang keluar berjihad di medan perang. Inilah istimewanya dunia wanita. Bahkan Al-Quran dan Hadis banyak menyebutkan ganjaran pahala yang Allah sediakan untuk wanita dalam rumahtangga.

1. Dari Muaz bin Jabal, Rasulullah SAW bersabda :
" Mana-mana perempuan yang berdiri atas dua kakinya membakar roti bagi suaminya, hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api itu, maka diharamkan muka dan tangannya dari kebakaran api Neraka. Dan mana-mana perempuan yang menunggu suaminya pulang lalu disapukan mukanya, dihamparkan hamparan duduknya, disediakan makan minumnya, direnungkannya muka suaminya, memegang tangan suaminya, memperelokkan jamuan kepadanya, memelihara anaknya dan memanfaatkan hartanya pada suaminya untuk mencari keredhaaan Allah, maka disuratkan baginya akan tiap kalimah ucapannya seperti memerdekakan seorang hamba. Pada hari Kiamat Allah kurniakan padanya "nur" sehingga tercengang-cengang perempuan-perempuan Mukmin seluruhnya atas kurniaan keramat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke martabat itu melainkan Nabi-nabi." (Riwayat Abu Hurairah)

2. Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 233:
" Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh iaitu bayi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajipan ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu itu dengan cara yang makruf. Seseorang itu tidak dibebankan melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seseorang ibu itu menderita sengsara kerana anaknya dan seorang ayah kerana anaknya. Dan waris pun berkewajipan demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permesyuaratan maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anaknya disusukan oleh orang lain maka tidak ada dosa bagi kamu memberi pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahawa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." ( Al- Baqarah: 233 )

3. Firman Allah dalam surah At-Thalaq ayat 6:
"Dan jika mereka (isteri-isteri yang ditalak) itu perempuan-perempuan hamil, maka berilah kepada mereka nafkahnya sehingga mereka bersalin. Kemudian jika mereka menyusu (anakmu) untukmu berilah kepada mereka upahnya. Dan bermesyuaratlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik. Tetapi jika antara kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusu (anak itu) untuknya."

4. Dalam satu hadis yang diriwayatkan dari Umar Ibnu Khattab dari Rasulullah SAW:
" Apabila ia (wanita) melahirkan anak, maka tidak keluar seteguk susu dan tidak disentuh teteknya dengan sentuhan melainkan untuknya pada setiap teguk dan satu sentuhan itu satu kebajikan. Jika ia berjaga malam maka baginya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba pada jalan Allah SWT."
" Tiap wanita diantara kamu yang melahirkan tiga orang anak, mereka (anak-anak itu) akan menjadi penghalang (penyekat) baginya dari api neraka! Para wanita itu bertanya: "Bagaimanakah kalau melahirkan dua orang anak?" Rasulullah SAW menjawab: "Ya, dua orang anak pun demikian juga!" (Hadis dikemukakan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim).

5. Abdullah bin Abbas pernah mengatakan:
" Hendaklah kamu beristeri, kerana sehari hidup beristeri lebih baik daripada seribu tahun beribadah!"

6. Sabda Rasulullah SAW:
"Apabila seorang wanita menunaikan kewajipannya terhadap Tuhannya, mentaati suaminya dan menggerakkan peralatan tenunannya, maka seolah-olah ia membaca tasbih kepada Allah terus menerus. Dan selama mana berkekalan alatan tenunan itu pada tangannya maka seolah-olah ia sembahnyang berjemaah. Apabila ia menjerang periuk untuk memberi makanan kepada anak-anaknya nescaya Allah menggugurkan segala dosanya (selain daripada dosa besar)." (riwayat Abu Hurairah)
" Sesiapa saja isteri yang meninggal dunia, sedang suaminya redha terhadap pemergiannya, maka ia akan masuk syurga." (Riwayat Imam Tirmidzi)
"Sesungguhnya meminta ampun untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya iaitu burung di udara, ikan-ikan di air dan malaikat di langit selama ia sentiasa dalam kerelaan suaminya. Dan sesiapa saja di kalangan isteri yang tidak berbakti kepada suaminya, maka ia mendapat laknat dari Allah dan malaikat serta semua manusia." (Dari Kitab Muheimah)

Inilah keistimewaan seorang wanita diantara yang di sebut didalam Al-Quran dan Hadis. Semoga anda faham bahawa makhluk yang bernama wanita ini memang istimewa dan mempunyai martabat yang tersendiri di sisi Allah SWT.

Ikhlaskan yang telah pergi

Terkadang kita Perlu melepaskan Orang yang Kita Cintai.. karena belum tentu pula ia Ditakdirkan untuk KIta. Sematkan dalam hati ketika kini risau berbalut kegelisahan tentang dia yang telah Pergi.
" Boleh Jadi Kamu membenci sesuatu padahal itu amat Baik bagimu,dan Boleh jadi kamu amat menyukai sesuatu padahal Itu amatlah Buruk bagimu;Allah mengetahui sedang kamu tidak me...ngetahui." [Qs.Al-baqarah ;216]

Namun...
seandainya benar ia ditakdirkan untukkmu,pasti Allah akan Mempertemukan jua dengan tertanamnya Cinta dan kasih sayang dan memberi rasa yang lebih Indah setelah akad Dilafadzkan.

jemputlah aku dengan iman dan takwamu,khitbah aku dengan Ar-rahman,tak perlu kau sediakan Perhiasan sebagai mahar dihari Pernikahan,Karena aku akan berusaha menjadi Perhiasan terindah Untukmu dan hatimu..Kerelaanmu adalah Keberkahan bagiku, Sunnah Rasul yang kau Hidupkan itulah kebahagiaanku Memilikimu dan Ingatlah Wahai Pemilik hati yang Allah Tetapkan Untukku...

Sebelum kita Melangkah,,,Mohonlah Ijin-Nya Melalui Istikharah Rok'atain..Jika yang fana tak menyatukan,,,semoga yang abadi Mempertemukan....

Aamiin aamiin aamiin ya robbal 'alaamiin 
Sumber dari : http://www.facebook.com/pages/Muslimah-Sholehah-Pendamba-Surga/180204075359646